Pengertian Pajak Dan Ciri-ciri Pajak

Pengertian Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Pemerintah mempunyai penerimaan negara yang akan digunakan untuk menjalankan roda pemerintahan dan melaksanakan pembangunan dengan tujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah satu bentuk penerimaan pemerintahan adalah dari sektor pajak.

Berikut ini definisi pengertian pajak menurut para ahli sebagai berikut:

Prof. Dr. P. J. A. Adriani

Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara dapat dilaksanakan yang terutang oleh yang wajib membiayai menurut undang-undang dengan tidak mendapatkan prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara menyelenggarakan pemerintahan

( Baca Juga : Jenis-jenis Macam Pajak Dan Menurut Sifatnya )

Prof. Dr. H. Rochmad Sumitro, S. H

Pajak adalah iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat jasa timbal balik yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum

Menurut UU RI nomor 28 tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tatacara perpajakan

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Adapun ciri-ciri dari pajak diantaranya:

A. Iuran wajib yang dapat dipaksakan

B. Dipungut pemerintah berdasarkan undang-undang

C. Tidak memberikan batas jasa secara langsung

D. Dipungut untuk membiayai kepentingan umum

Fungsi, manfaat, dan tarif pajak

 Fungsi pajak

1) fungsi retribusi pendapatan, yaitu pajak digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. Termasuk untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat

2) fungsi stabilitas, yaitu pajak membuat pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga, sehingga inflasi dapat dikendalikan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak penggunaan pajak, dan efektif dan efisien

3) fungsi mengatur (Regulerend) yaitu, pajak digunakan pemerintah sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu dan pelengkap dari fungsi anggaran. Pemerintah dapat mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Contohnya: dalam rangka penanaman modal baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri.

Manfaat pajak

1) membiayai pengeluaran pengeluaran negara seperti pengeluaran yang bersifat self liquiditing (contohnya adalah pengeluaran untuk proyek produktif barang ekspor)

2) Membiayai pengeluaran yang bersifat tidak self liquiding dan tidak reproduktif (contohnya adalah pengeluaran untuk pendirian monumen dan objek rekreasi)

3) membiayai pengeluaran reproduktif (pengeluaran yang memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat seperti pengeluaran untuk pengairan dan pertanian)

4) membiayai pengeluaran yang tidak produktif (contohnya adalah pengeluaran untuk membiayai pertahanan negara atau perang dan pengeluaran untuk penghematan di masa yang akan datang yaitu pengeluaran untuk anak yatim piatu)

Kunjungi Juga Youtube : Bayu Ckuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *