Kondisi Perayaan Natal Di Gereja Katedral Jakarta

Kondisi Perayaan Natal di Gereja Katedral Jakarta saat pandemi digelar melalui layanan media daring dan juga offline dengan protokol kesehatan yang tentunya untuk melihat perayaan natal tahun ini pada jum’at 25 Desember 2020.

Kodisi Perayaan Natal Di Gereja Katedral Jakarta

Di ambil dari korespondensi Indonesia mumtaza Capra Diningrat dari Katedral Jakarta, ia berbicara:

Dengan adanya perayaan misa Natal di Katedral Jakarta ada protokol protokol kesehatan yang wajib diikuti oleh para jamaat sebelum mereka mengikuti misa tatap muka sendiri, biasanya kalau di tahun-tahun sebelumnya perayaan misa natal ini setidaknya ada 4 sesi misa natal. Namun pada hari ini ada 3 sesi satu di antaranya bahkan dilakukan secara daring dari pukul 09.00 Wib sampai pukul 10.00 wib pagi.

Kemudian untuk dua sesi yang lainnya ini diperbolehkan untuk bisa tatap muka, artinya sejumlah jamaat diperbolehkan untuk datang ke Gereja Katedral untuk mengikuti misa ini secara langsung pada pukul 11.00 wib siang dan juga pukul 17.00 wib sore namun mereka ini dibatasi jumlahnya.

Biasanya dulu di depan gedung Gereja Katedral jakarta ada tenda khusus dengan kursi-kursi untuk dapat menampung jemaat-jemaat tambahan namun Kemudian pada tahun ini tidak ada karena memang jumlah Jemaat nya sangat dibatasi hanya 309 orang saja dan 200 diperbolehkan untuk berada di dalam gedung gereja dan 109 lainnya berada di bagian luar gereja di plaza Maria.

Kodisi Perayaan Natal Di Gereja Katedral Jakarta

Pertama mereka dibatasi yang kedua mereka diwajibkan untuk mendaftar secara daring dan juga melakukan saisment. Itu artinya dipastikan bahwa mereka tidak ada gejala-gejala virus Corona misalnya tidak panas, demam, flu, tidak kehilangan penciuman ataupun rasa.

Sebelum mereka kemudian melakukan pendaftaran mereka akan mendapatkan QR Code jadi pada saat mereka mendatangi gereja mereka diwajibkan untuk menunjukkan QR Code tersebut dengan tambahan KTP mereka sebagai bentuk manifest dan mereka juga dipastikan adalah para jamaah dari Paroki gereja Katedral Jakarta saja tidak boleh dari Paroki lainnya berikut ini untuk memastikan bahwa hanya orang-orang tertentu ini saja yang memang selama ini diperbolehkan untuk menghadiri Misa tatap muka baik kepada misa mingguan ataupun misa natal saat ini.

Mereka juga diwajibkan untuk mengecek suhu badan dan tidak diperbolehkan untuk masuk jika suhu badan diatas 37,5 derajat Celcius diwajibkan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan juga sabun sebelum mereka memasuki Kawasan gereja, dan pada saat mereka berada di dalam mereka diwajibkan untuk menjaga jarak.

Kodisi Perayaan Natal Di Gereja Katedral Jakarta

Jika biasanya kalau kita lihat di dalam gereja itu ada kursi kursi panjang yang biasanya dapat di duduki oleh setidaknya 6 orang namun kali ini hanya dibatasi 3 orang saja lalu kemudian ada jarak di depannya seperti di selang seling agar memastikan bahwa ada jaga jarak diantara para jemaat walaupun mereka datang berkeluarga, Lalu kemudian juga pada saat mereka setelah selesai melaksanakan misa Natal mereka tidak diperbolehkan untuk berkerumun dan dihimbaukan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing untuk menjaga protokol kesehatan dan selama berlangsung mereka tidak diperbolehkan untuk membuka masker kecuali Pada saat mereka menerima komuni.

( Baca Juga : Ucapan Selamat Tahun Baru 2021 untuk Status WA dan Instagram )

Jadi memang tidak ada perbedaan pada saat Misa mingguan ataupun Misa Natal kali ini tetap jumlah Jemaat nya sama tidak ada penambahan khusus terkait dengan natal tahun ini dan juga tokohnya pun sama baik Misa mingguan ataupun Misa Natal Sebagai tambahan juga para panitia termasuk Romo dan juga Uskup yang melaksanakan Misa Natal pada tahun ini mereka semuanya telah melalui tes swab antigen dan semua telah dinyatakan negatif sebelum diperbolehkan untuk menjadi bagian dari pelaksanaan misa tatap muka untuk perayaan Natal tahun ini.

Dan juga Pelaksanan protokol kesehatan yang sangat ketat itu yang diterapkan dalam perayaan ibadah natal di gereja Katedral juga tidak di Gereja Katedral saja tapi seluruh Paroki di Keuskupan Agung Jakarta harus melakukan pelaksanaan protokol secara ketat contohnya usia yang boleh mengikuti misa tatap muka itu hanya dari 18 sampai 59 kemudian harus dalam keadaan sehat Jadi harus self assessment sendiri.

Kodisi Perayaan Natal Di Gereja Katedral Jakarta

Kemudian juga di wajibkan jika datang ke gereja dari rumah sampai tempat ibadah hingga selesai itu masker harus tetap digunakan tidak boleh dilepas kecuali saat menerima komuni kemudian ditutup lagi kemudian juga yang boleh mengikuti Misa tatap muka itu hanya yang ada di dalam Paroki gereja Katedral jadi mempunyai nomor seperti nomor NIP untuk mendaftar ke website Bela Rasa nah dari situ jemaat akan mendapat QR Code untuk dibawa ke Gereja dan akan dilakukan pengukuran suhu maksimal 37,5 kemudian menunjukkan QR Code beserta dengan manifest tambahan KTP kemudian mencuci tangan di air mengalir dengan sabun baru kemudian masuk ke dalam gereja.

Dan juga sangat terkait dengan penjagaan ataupun keamanan di kawasan Gereja Katedral sendiri dari Polda Metro Jaya dari TNI Angkatan Darat dan juga dan Satpol PP tersebut sudah ada melakukan penjagaan, Dan aparat gabungan ada kurang lebih 200 personil yang memastikan bahwa gereja aman dari segala ancaman, Dan sudah ada tim Gegana juga yang sudah standby selain itu juga terkadang selain keamanan fisik juga prasarana kesehatan yang terlihat di sini ada ambulans yang juga standby untuk memastikan jikalau nantinya ada gangguan gangguan kesehatan yang ditunjukkan oleh salah seorang jemaat.

Untuk perayaan Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta ini kita semua berharap bahwa para jemaat yang melakukan Misa pada hari ini semuanya sehat-sehat saja dan juga dapat melaksanakan misa tatap muka dengan damai dan juga lancar.

One thought on “Kondisi Perayaan Natal Di Gereja Katedral Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *