Sejarah Kerajaan Holing Dan Asal Usulnya

  • Whatsapp
Sejarah Kerajaan Holing Dan Asal Usulnya

Sejarah Kerajaan Holing Berita Cina berasal dari Dinasti T’ang yang menyebutkan bahwa letak Kerajaan Holing berbatasan dengan Laut Sebelah Selatan, Ta-Hen-La(Kamboja) di sebelah utara, Po-Li(Bali) sebelah timur dan To-Po-Teng di sebelah Barat. Nama lain dari Holing adalah Cho-Pi(Jawa), sehingga berdasarkan berita tersebut dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Holing terletak di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah.

Sumber Sejarah Kerajaan Holing

J.L.Moens dalam menentukan letak Kerajaan Holing meninjau dari segi perekonomian, yaitu pelayaran dan perdagangan. Menurutnya, Kerajaan Holing selayaknya terletak di tepi Selat Malaka, yaitu di Semenanjung Malaya. Alasannya, Selat Malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktivitas pelayaran perdagangan saat itu. Pendapatan J.L.Moens itu diperkuat dengan ditemukannya sebuah daerah di Semenanjung Malaya yang bernama daerah Keling.

( Baca Juga : Pengertian Perdagangan Internasional )

I-Tsing menyebutkan bahwa seorang temannya bernama Hui-Ning dengan pembantunya bernama Yunki pergi ke Holing  tahun 664/665M untuk mempelajari ajaran agama Buddha. Ia juga menterjemahkan kitab suci agama Buddha dari bahasa Sansekerta ke bahasa Cina. Dalam menerjemahkan kitab itu, ia dibantu oleh pendeta agama Buddha dari Holing yang bernama Janabhadra. Menurut keterangan dari Dinasti Sung, Kitab yang diterjemahkan oleh Hui-Ning adalah bagian terakhir kitab Parinirvana yang mengisahkan tentang pembukaan jenazah Sang Buddha.

A. Kehidupan Politik Dan Birokrasi

Berdasarkan berita Cina disebutkan bahwa Kerajaan Holing di oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Pemerintahan Ratu Sima sangat keras, namun adil dan bijaksana. Rakyat tunduk dan taat terhadap segala perintah Ratu Sima. Bahkan tidak seorangpun rakyat atau pejabat kerajaan yang berani melanggar segala perintahnya.

B. Sistem Dan Struktur Sosial

Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Holing sudah teratur rapi. Hal ini disebabkan karena sistem pemerintahan yang keras dari Ratu Sima. Disamping ini juga sangat adil dan bijaksana dalam memutuskan suatu masalah. Rakyat sangat menghormati dan mentaati segala keputusan Ratu Sima.

C. Kehidupan Ekonomi

Kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Holing berkembang pesat. Masyarakat Kerajaan Holing telah mengenal hubungan perdagangan. Mereka menjalin hubungan perdagangan pada suatu tempat yang disebut dengan pasar. Pada pasar itu mereka mengadakan hubungan perdagangan dengan teratur.

4. Kerajaan Melayu

Kerajaan Melayu merupakan salah satu kerajaan terkemuka di Sumatera bagian selatan waktu itu. Kerajaan Melayu diperkirakan berpusat di daerah Jambi, yaitu di tepi kanan kiri Sungai Batanghari. Pada Sungai Batanghari ini ditemukan peninggalan peninggalan purba berupa candi-candi, arca, dan peninggalan lainnya.

Seorang musafir Cina yang bernama I-Tsing(671-695M) menyebutkan di dalam bukunya, bahwa pada abad ke-7M secara politik Kerajaan Melayu telah dimasukkan ke dalam kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

Sumber dari Luar Negeri, berasal dari berita Cina antara lain :

  1. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-Lo-Mo.
  2. Berita Dinansti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-Lo-Mo yang terletak di sebelah selatan

Kunjungi Juga Youtube : Bayu Ckuk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *